Kenaikan UMP Jambi Dievaluasi Kemendagri

14 Februari 2022 / ADMIN

JAMBI – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI memonitor kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) Jambi. Pasalnya kenaikan upah ini tidak sesuai dengan ketetapan awal yang ditentukan pemerintah pusat. Sehingga, Mendagri langsung datang ke Jambi.

Asisten I Setda Provinsi Jambi Apani mengatakan, ini merupakan evaluasi UMP dari Kemendagri dan Kementerian Ketenaga Kerja untuk kenaikan UMP tahun 2022.

“Mendagri memonitor langsung ke Jambi atas kenaikan UMP yang tak sesuai dengan ketetapan awal dari pusat,” jelas Apani, Minggu (13/2/2022).

Apani menyebutkan, memang kenaikan UMP di Provinsi Jambi ini tidak sesuai dengan ketetapan awal, sebab ada beberapa desakan dari para buruh yang membuat Gubernur Jambi Al Haris menaikkan UMP kembali.

“Akhirnya karena desakan itu, dan melalui pertimbangan dari gubernur untuk mengusulkan dinaikkan, akhirnya disepakati untuk dinaikkan,” tambahnya.

Terkait kenaikan ini, Mendagri melakukan evaluasi dan melihat secara langsung pertimbangan Provinsi Jambi menaikkan UMP tidak sesuai dengan keputusan pusat.

Saat itu, kata Apani, dirinya menjelaskan langsung kepada Mendagri di ruang rapat Sekda Provinsi Jambi, bahwa pertumbuhan ekonomi Jambi meningkat.

Kemudian inflasi Jambi juga naik, sehingga ini pertanda baik termasuk sektor perkebunan yang ada di Provinsi Jambi yang mengalami peningkatan. “Kita jelaskan bahwa ini yang menjadi alasan untuk menaikkan UMP,” sebutnya.

Apani berharap, ini juga tak menjadi persoalan bagi Kemendagri. Karena ini langkah Pemprov Jambi untuk memenuhi kebutuhan buruh yang selayaknya, kemudian pihak perusahaan juga tidak keberatan.

“Yang pertama, kita sudah sesuai dengan pusat, tapi kan ini ditolak semua buruh di Jambi. Makanya kemarin kita naikkan UMPnya,” sebutnya.

Menurutnya ini hanya sekedar evaluasi yang tak dipermasalahkan. Karena kedatangan Mendagri tersebut hanya untuk mengevaluasi dan memonitor langsung terkait kenaikan UMP Jambi tahun 2022 ini.

Sumber: https://www.metrojambi.com/read/2022/02/14/68917/kenaikan-ump-jambi-dievaluasi-kemendagri
Dokumen